Hipersensitivitas Tipe I
Hipersensitivitas Tipe II
- Pemfigus (IgG bereaksi dengan senyawa intraseluler di antara sel epidermal),
- Anemia hemolitik autoimun (dipicu obat-obatan seperti penisilin yang dapat menempel pada permukaan sel darah merah dan berperan seperti hapten untuk produksi antibodi kemudian berikatan dengan permukaan sel darah merah dan menyebabkan lisis sel darah merah), dan
- Sindrom Goodpasture (IgG bereaksi dengan membran permukaan glomerulus sehingga menyebabkan kerusakan ginjal).
Hipersensitivitas Tipe III
Hipersensitivitas Tipe IV
| Tipe | Waktu reaksi | Penampakan klinis | Histologi | Antigen dan situs |
|---|---|---|---|---|
| Kontak | 48-72 jam | Eksim (ekzema) | Limfosit, diikuti makrofag; edema epidermidis | Epidermal (senyawa organik, jelatang atau poison ivy, logam berat , dll.) |
| Tuberkulin | 48-72 jam | Pengerasan (indurasi) lokal | Limfosit, monosit, makrofag | Intraderma (tuberkulin, lepromin, dll.) |
| Granuloma | 21-28 hari | Pengerasan | Makrofag, epitheloid dan sel raksaksa, fibrosis | Antigen persisten atau senyawa asing dalam tubuh (tuberkulosis, kusta, etc.) |





0 komentar:
Posting Komentar