Assalamu'alaikum wr. wb..Selamat datang di blog ane ya gan, Semoga bermanfaat ya.. Terimakasih

Ads 468x60px

This is default featured slide 1 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat

This is default featured slide 2 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat

This is default featured slide 3 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat

This is default featured slide 4 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat

This is default featured slide 5 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat

Minggu, 13 Juli 2014

Surat Untuk Sejawat Kedokteran


SURAT DARI SEJAWAT

Disclaimer: Sebenarnya saya sudah "berjanji" pada diri sendiri untuk tidak menulis ramai-ramai soal dokter lagi. Bukan apa-apa, jujur, saya capek juga membaca beratus komentar negatif yang masuk tiap harinya. Saya percaya, when negativity surrounds you, you can not produce a positive life. Bukan berarti juga saya menutup mata dan hati terhadap pandangan orang lain. Engga sama sekali, selama disampaikan dengan baik dan benar. (Baca: Bukan cuma komentar dari orang yang bahkan tidak mau menuliskan nama aslinya hanya untuk menyerang dengan kata-kata kasar). Kalau mau berdiskusi, boleh-boleh saja kok:)

Tapi rupanya tangan saya gatel juga nih ingin menulis setelah membaca respons banyak orang terhadap aksi dokter di timeline Twitter, Path atau Facebook. Seorang teman mengingatkan saya, people will always find something (bad) to say about us and to judge, so why bother? Benar juga, toh semua orang bebas beropini kan?:)

Rekan sejawat yang saya hormati,
Kemarin, tanggal 27 November 2013, kita sebagai dokter se-Indonesia melakukan aksi solidaritas. Ada yang berdoa bersama, tafakur sampai membagikan bunga. Kita memasang pita hitam di lengan jas putih sebagai tanda berbela sungkawa atas tindakan kriminalisasi profesi kita. Sungguh sangat"mengerikan" menyandang gelar dokter di negara tercinta ini. Niat yang baik tak lagi cukup. Usaha yang maksimal tak lagi dinilai. Menyedihkan mengetahui setiap saat kita bekerja menolong orang, ada kemungkinan besar pula kita dianggap sebagai pembunuh.  Yang saya ketahui, aksi solidaritas kemarin memang disepakati serentak agar memberikan efek massive pressure pada pemerintah untuk segera membenahi sistem pelayanan kesehatan agar kita sebagai dokter dapat merasa aman saat bekerja. Jika sistem pelayanan kesehatan sudah baik, tentu tak hanya dokter yang senang, pasien notabene masyarakat pun akan ikut sejahtera. Kita ingin sekali orang-orang mulia yang berpengaruh di pemerintahan mengetahui betapa acak-acakannya sistem pelayanan kesehatan kita.

Rekan sejawat,
Banyak reaksi yang menyambut aksi kita kemarin. Lihat saja di timeline twitter, Facebook atau Path. Hampir semua orang berlomba-lomba menghujat profesi kita. Tak sedikit pula media yang memberitakan dengan tidak berimbang. "Dokter Mogok, Pasien Terlantar." Begitu bunyi banyak headline media massa, diperburuk oleh orang-orang yang berkoar di sosmed tanpa mau bersusah payah meng-kroscek benar tidaknya berita tsb. Tidak tahukah mereka bahwa kita tidak pernah berniat menelantarkan pasien? Tidak mengertikah mereka yang menghujat kita dengan membawa sumpah dokter (entah mereka tahu benar bunyinya atau tidak), bahwa aksi yang hanya dijalankan beberapa jam itu tetap menomor satukan pelayanan? Pelayanan emergency tetap dibuka, pasien gawat darurat masih dilayani.  Di tempat saya bertugas, aksi solidaritas ini hanya berjalan selama 25 menit. Pasien rawat jalan (baca: TIDAK emergency) ditunda pelayanannya 25 menit.  Hanya 25 menit. Kita belajar seumur hidup, mengorbankan banyak hal, bekerja keras tak kenal waktu, untuk apa lagi kalau bukan untuk pasien? Bagaimana bisa kita menelantarkan mereka?

Rekan sejawat,
Setidaknya ada satu hal yang bisa kita catat dari reaksi masyarakat. Bahwa profesi kita sangat dibutuhkan. Bahwa walaupun dihujat besar-besaran, dokter masih sangat diperlukan.  Semoga hal ini bisa menyadarkan pemerintah untuk sesegera mungkin membenahi sistem pelayanan kesehatan.

Rekan sejawat,
Saya tahu betapa sedihnya kita semua mengetahui profesi kita, yang kita usahakan seumur hidup dengan sekian pengorbanan, dihujat oleh orang banyak. Saya tahu, bagaimana marahnya kita saat semua orang mencaci-maki dokter. Saya juga mengerti, mangkel sekali rasanya ketika masyarakat menjelek-jelekkan profesi dokter.  Saya tahu, banyak pemberitaan tak berimbang yang membuat profesi dokter tambah dijudge ini-itu. Percayalah, saya mengerti. Tapi please, jangan tersulut emosi. Banyak rekan sejawat yang menulis status di sosmed "Rasain tuh gimana rasanya engga ada dokter!" atau "Kalau sakit, engga usah ke dokter ya! Ke dukun aja sekarang!" dan komentar kasar sejenis lainnya. Walaupun kesal juga, saya tetap merasa pernyataan seperti ini tidak pantas. Bagaimanapun, selain pointless, komentar-komentar kasar hanya menambah rusuh suasana. Jangan jugalah mendiskreditkan profesi lain. Kita sama-sama manusia yang membutuhkan orang lain. Tanpa polisi, wartawan, hakim, pengacara, jaksa, buruh, tentu kita tidak bisa bekerja sebagai dokter dengan baik. Tunjukkanlah kalau kita memang tidak arogan, seperti apa yang dianggap banyak orang. Buktikanlah kalau memang kita berpendidikan. Tidak usah menanggapi komentar kasar asal lewat atau asal ngomong tanpa tujuan dengan balasan komentar yang sama kasarnya.

Rekan sejawat,
Reaksi masyarakat terhadap profesi kita memberikan kita banyak hikmah. Kita disadarkan pentingnya komunikasi dalam menghadapi pasien, dan dituntut untuk bekerja lebih hati-hati lagi.
Sekali lagi, jangan tersulut emosi. Ingat lagi apa sih tujuan kita ingin menjadi dokter? Apa tujuan kita bekerja sedemikian kerasnya? Apakah untuk status supaya kita bisa menganggap masyarakat tak berdaya tanpa kita? Apakah untuk penghargaan? Atau memang untuk menolong?
Saya tahu, sulit untuk menghapus citra negatif profesi kita di mata masyarakat. Tapi, kita bisa mulai dari sekarang, dari diri kita sendiri. Hal-hal besar selalu berawal dari hal kecil bukan?

Semua orang bebas beropini, termasuk yang negatif. Tak perlu kita ikut negatif pula. Lalu apa bedanya kita dengan mereka yang menghujat kita? Negativity only leads you nowhere. Tetap semangat, hati-hati dalam bekerja, tetap percaya Gusti Allah mboten sare. Bahkan sebutir niat baik pun akan dihitung kelak. Toh, in the end, its the only thing that matters, right?:)

0 komentar:

Posting Komentar